Nah agar kejadian lupa tersebut tak terlalu sering terjadi dan berkembang lebih lanjut Anstey menyarankan ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (1/3/2016). Penuaan dan penurunan kemampuan otak mungkin tidak bisa dihentikan, tapi setidaknya bisa diperlambat.
1. Fokus dan hindari distraksi
Salah satu alasan mengapa kita sulit mengingat sesuatu adalah karena kita jarang memproses informasi benar-benar ke dalam ingatan. Menurut Anstey agar otak bisa mengingat dalam jangka panjang, maka seseorang perlu sadar betul untuk mengolah informasi.
"Misalnya saat Anda dikenalkan kepada orang baru, buat usaha untuk betul-betul mengingat namanya dan asosiasikan dengan hal lain. Latih dalam pikiran," kata Anstey.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fokus bisa juga dengan mengucapkan sesuatu dengan keras.
"Sebagai contoh 'saya menaruh kacamata saya di atas meja dapur,'" kata Anstey.
"Misalnya saat Anda dikenalkan kepada orang baru, buat usaha untuk betul-betul mengingat namanya dan asosiasikan dengan hal lain. Latih dalam pikiran," kata Anstey.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fokus bisa juga dengan mengucapkan sesuatu dengan keras.
"Sebagai contoh 'saya menaruh kacamata saya di atas meja dapur,'" kata Anstey.
2. Kembangkan teknik asosiasiTeknik asosiasi adalah menghubungkan suatu informasi dengan hal lain yang mudah diingat seperti warna, bentuk, akronim, atau rima. Cara ini disebut sebagai ingatan mnemonic dan umum dilakukan oleh guru untuk membantu siswanya agar mudah mengingat pelajaran.
Contoh dari tehnik ini adalah ketika berkenalan dengan seseorang bernama Melati, ingat wajahnya di otak lalu hubungkan dengan bunga melati yang sesungguhnya.
3. Tidur cukup
Kualitas tidur yang buruk menurut Anstey berkaitan erat dengan ingatan otak yang buruk. Lebih dari itu kekurangan tidur dalam jangka panjang juga disebut studi bisa jadi penyebab dari masalah kognitif.
"Kurang tidur merupakan faktor risiko untuk depresi dan penurunan fungsi kognitif. Sangat penting untuk menekankan kebutuhan tidur," kata Anstey.
Manusia membutuhkan tidur untuk mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. Oleh karena itu ketika seseorang kurang tidur maka banyak memori jangka pendek terlupa karena tak tersimpan menjadi memoring jangka panjang.
"Kurang tidur merupakan faktor risiko untuk depresi dan penurunan fungsi kognitif. Sangat penting untuk menekankan kebutuhan tidur," kata Anstey.
Manusia membutuhkan tidur untuk mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. Oleh karena itu ketika seseorang kurang tidur maka banyak memori jangka pendek terlupa karena tak tersimpan menjadi memoring jangka panjang.
4. Konsumsi makanan bernutrisi
Makanan laut disebut dalam beberapa studi memiliki nutrisi yang sangat bagus untuk otak. Seseorang tak perlu mengonsumsinya setiap hari, karena studi menemukan makan ikan sedikitnya satu kali dalam seminggu sudah cukup memberikan efek perlindungan bagi otak sehingga tak mengalami penurunan kognitif seperti pikun.
Asam lemak omega-3 pada ikan laut adalah nutrisi yang disebut peneliti bertanggung jawab menjaga kesehatan otak seseorang.
"Bahkan kandungan asam lemak omega-3 pada ikan tak hanya baik untuk otak, tapi juga kesehatan orang yang memakannya secara menyeluruh. Kemampuan kognitif mereka terjaga walaupun hanya dengan makan ikan," ungkap peneliti Dr James Becker dari University of Pittsburgh, Pennsylvania.
Asam lemak omega-3 pada ikan laut adalah nutrisi yang disebut peneliti bertanggung jawab menjaga kesehatan otak seseorang.
"Bahkan kandungan asam lemak omega-3 pada ikan tak hanya baik untuk otak, tapi juga kesehatan orang yang memakannya secara menyeluruh. Kemampuan kognitif mereka terjaga walaupun hanya dengan makan ikan," ungkap peneliti Dr James Becker dari University of Pittsburgh, Pennsylvania.
5. Latih otak di waktu senggang
Di waktu senggang daripada berdiam diri menonton televisi atau di depan komputer, sempatkan juga lakukan hal-hal yang bisa melatih otak. Terlibat dalam permainan teka-teki atau puzzle bisa dilakukan untuk menjaga agar kemampuan otak tetap tajam.
Selain itu membaca dan menulis juga bisa dilakukan karena aktivitas tersebut merangsang aktivitas otak untuk berimajinasi.
"Membaca koran, menulis surat, mengunjungi perpustakaan, dan memainkan permainan seperti kartu, catur, atau halma, dapat berkontribusi dalam membuat otak lebih sehat," kata Arfanakis Konstantinos, pemimpin penelitian dari Rush University Medical Center.
Selain itu membaca dan menulis juga bisa dilakukan karena aktivitas tersebut merangsang aktivitas otak untuk berimajinasi.
"Membaca koran, menulis surat, mengunjungi perpustakaan, dan memainkan permainan seperti kartu, catur, atau halma, dapat berkontribusi dalam membuat otak lebih sehat," kata Arfanakis Konstantinos, pemimpin penelitian dari Rush University Medical Center.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar